Menopause
merupakan bagian normal dari proses penuaan semua perempuan.
Menopause
didefinisikan sebagai akhir dari siklus menstruasi secara permanen dan
hilangnya fungsi ovarium.
Beberapa
perempuan mungkin akan mengalami menopause lebih awal karena prosedur
kesehatan, misalnya histerektomi.
Menurut
data dari North American Menopause Society, di AS usia rata-rata perempuan yang
mencapai menopause adalah sekitar 51 tahun.
Di
Amerika, setiap hari hampir 6.000 perempuan mencapai usia menopause.
Berikut
adalah beberapa tanda dan gejala yang menunjukkan awal menopause, yaitu:
1. Periode Menstruasi Mulai Berkurang
Seorang
perempuan dianggap sudah mencapai menopause jika selama 12 bulan tidak
mengalami menstruasi sejak tanggal dia mengalami periode menstruasi terakhir.
Periode
menstruasi yang tidak teratur sampai benar-benar berakhirnya menstruasi
merupakan tanda yang paling jelas seorang perempuan telah mencapai masa
menopause, terutama jika dia sudah berusia di atas 50 tahun.
Tidak
ada patokan waktu yang pasti kapan periode terakhir menstruasi akan terjadi,
tapi dengan mencatat siklus menstruasi dapat membantu menentukan kapan periode
menstruasi mulai tidak teratur.
2. Hot Flashes
Salah
satu gejala menopause yang mungkin paling terkenal adalah hot flashes. Hot
flashes terjadi karena perubahan hormonal yang menyebabkan pembuluh darah
melebar dalam upaya untuk mendinginkan tubuh.
Kebanyakan
wanita kulitnya menjadi memerah atau berkeringat selama hot flashes. Kondisi ini
dapat menyebabkan denyut jantung meningkat.
Hot
flashes adalah kondisi yang normal dan dapat dikontrol dengan berolahraga
secara teratur dan menghindari alkohol, kafein, serta makanan pedas. Merokok
juga dapat meningkatkan keparahan gejala hot flashes.
Terapi
sulih hormon (TSH) sering digunakan untuk mengobati perempuan dengan hot
flashes parah, meskipun tahun 2002 Women’s Health Study menemukan bahwa TSH
dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan kanker payudara.
Konsultasikan
dengan dokter untuk memutuskan perawatan yang tepat untuk
mengatasi masalah ini.
3. Insomnia dan Gangguan Tidur Lain
Insomnia
atau gangguan tidur lainnya merupakan tanda dan gejala yang sering terjadi pada
awal menopause.
Sebagian
perempuan sering terbangun di malam hari karena berkeringat terlalu banyak atau
hot flashes, sementara sebagian yang lain mengalami kesulitan untuk tidur.
Beberapa
hal yang direkomendasikan untuk menangani masalah insomnia pada perempuan
menopause adalah dengan menghindari konsumsi kafein dan melakukan latihan atau
teknik relaksasi.
4. Mudah Marah dan Perubahan Mood (Mood Swings)
Banyak
perempuan yang mengalami perubahan mood atau mudah marah sebelum dan selama
menopause.
Para
peneliti belum bisa menentukan dengan pasti pemicu dari gangguan mood ini,
meskipun diyakini perubahan kadar hormon memiliki peran.
Sebagian
perempuan mungkin jadi lebih sensitif atau mudah tersinggung karena mengalami
gangguan tidur atau insomnia sehingga sulit tidur nyenyak.
Diperkirakan
sekitar 20 persen perempuan melaporkan mengalami depresi atau mudah tersinggung
ketika menopause. Gejala ini mungkin akan lebih parah pada perempuan yang
ketika muda mengalami masalah mood saat PMS.
Tingkat Keparahan Gejala
Setiap
perempuan akan mengalami pengalaman menopause yang berbeda, beberapa
diantaranya mungkin tidak mengalami gejala yang mengganggu.
Di sisi lain, beberapa perempuan mengalami gejala yang cukup parah,
seperti hot flashes dan insomnia. Penelitian yang dilakukan oleh the North
American Menopause Society menunjukkan bahwa 80 persen perempuan menopause yang
mengikuti survei tidak mengalami penurunan kualitas hidup. Menopause dapat diperlambat dengan produk herbal LadyFem
PUSTAKA